Press

  • This is slide 1 description. This Blogger Template is Designed By NewBloggerThemes.com. Go to Edit HTML and find this. Replace this with your own description ...

  • This is slide 2 description. This Blogger Template is Designed By NewBloggerThemes.com. Go to Edit HTML and find this. Replace this with your own description ...

  • This is slide 3 description. This Blogger Template is Designed By NewBloggerThemes.com. Go to Edit HTML and find this. Replace this with your own description ...

  • This is slide 4 description. This Blogger Template is Designed By NewBloggerThemes.com. Go to Edit HTML and find this. Replace this with your own description ...

  • This is slide 5 description. This Blogger Template is Designed By NewBloggerThemes.com. Go to Edit HTML and find this. Replace this with your own description ...

  • This is slide 6 description. This Blogger Template is Designed By NewBloggerThemes.com. Go to Edit HTML and find this. Replace this with your own description ...

Minggu, 17 Januari 2016

Gravitasi

Posted by mannanzaed On 04.15 No comments

Pengertian
    Gravitasi adalah salah satu contoh bentuk gaya, gaya sendiri adalah sebuah konsep dalam fisika yang sangat abstrak salah satu art gaya adalah sebuah interaksi antara sebuah benda dengan lingkungannya. Gaya gravitasi adalah sebuah interaksi antara sebuah benda yang bermassa m dengan benda lain di sekitarnya. Praktisnya gaya terjadi disetiap benda yang memiliki massa dengan benda lain yang juga memiliki massa.
·    Ayat
Pendekatan ayat-ayat al-Qur’an menegenaiGravitasi
Surah yasin :38


“Dan matahari beredar pada garis edarnya, itulah pengaturan (Tuhan) Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

M. Quraisy shihab menjelaskan bahwa ayat di atas menyatakan: Allah menjadikan bagian bumi diliputi kegelapan adalah bahwa matahari terus-menerus beredar pada garis edarnya secara amat teratur sejak penciptaan hingga kini. Akibat peredarannya itulah maka terjadi malam dan siang serta gelap dan terang

.
Kata (“̍øgrB) tajri pada mulanya digunakan menujuk perjalanan cepat sesuatu yang memiliki kaki (berlari). Lalau kata ini digunakan juga untuk menggambarkan perpindahan satu benda dari satu tempat ke tempat yang lain, perpindahan yang dinilai cepat dibandingkan dengan perpindahan benda yang lain yang serupa. Ia juga digunakan untuk menunjuk perjalanan sangat jauh yang ditempuh dalam waktu yang relatif singkat.
Surah al-Furqan :61

Syarah Shahih MUslim

Posted by mannanzaed On 03.58 No comments

Pada masa Rasulullah saw. sekitar abad satu hijriyah yaitu masa turun wahyu dan pembentukan masyarakat Islam. Pada masa ini Rasulullah memerintahkan kepada para sahabatnya untuk menghafal dan menyampaikan atau menyebarkan hadis-hadisnya. Dari hadis-hadis Rasulullah di atas dapat dipahami, bahwa Rasulullah menghendaki dan memerintahkan agar para sahabat menghafal dan menyebarkan hadis-hadis Rasul dan ayat-ayat al-Qur’an, singkatnya, menyebarkan ajaran Islam.[1]
  
Kajian hadis sudah di mulai berbad-abad yang lalu, dari masa Sahabat, Tabi’in dan ulama-ulama penerusnya, dengan berkembangnya zaman, maka kajian hadis berkembang pesat dari mulai kodifikasi hadis (tadwin al-hadis) sampai ilmu-ilmu baru seperti ma’aanil hadis dan berbagai macam studi kritis hadis. Diantara perkembangan ilmu hadis yaitu pensyarahan hadis (Syarh al-Hadis) yang dilakukan oleh mayoritas ulama abad-abad pertengahan, salah satunya adalah kitab al-Minhajatau yang lebih dikenal dengan Syarah Shahih Muslim karya Abu Zakariya Yahya al-Nawawi (Imam Nawawi).
Syarah hadis bertujuan untuk menjelaskan makna-makna yang diinginkan, baik secara makna mufrodat (makna-makna yang gharib) maupun secara murod yang dinginkan hadis- hadis tersebut, karena adanya sifat hadis yang kebanyakan secara makna masih mujmal, walaupun fungsi hadis salah satunya sebagai penjelas al- Qur’an, namun banyak makna- makna atau hadis-hadis yang secara lafdzi atau dzahir yang terlihat bertentangan, oleh karena itu timbulah insiatif oleh para ulama untuk menyusun kitab-kitab Syarah hadis sebagai pengurai kemuskilan hadis-hadis yang telah dikodifikasikan oleh para ulama sebelumnya.
Oleh karena itu, saya sebagai pemakalah akan mencoba membahas salah satu kitab syarah tersebut, yaitu; Al- Minhaj Syarah Shahih Muslimkarya Imam Nawawi. Dan dengan ini, semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita tentang kitab tersebut, baik tentang muallif(pengarang) maupun isi yang terkandung didalam kitab tersebut, seomga makalah ini dapat bermanfat, walaupun masih banyak kekurangan dan keselahan. Amin ya Rabi Rabbal al- ‘Alamin Wayaa Mujib al- Saiilin.


PEMBAHASAN
A.    Biografi Abu Zakariya Yahya al-Nawawi
1.      Kelahiran  Abu Zakariya Yahya al-Nawawi
Beliau ialah Imam al Hafidz Syaihul Islam Muhyiddin Abu Zakariya Yahya bin Syaraf bin Murriy al Hizamy al Hawariby as-Syafi’i.[2] Beliau di lahirkan pada bulan Muharram tahun 631 H di desa Nawa, sebuaah perkampungan di Hauran di Suriah. Oleh karena itu namanya di nisbatkan pada desa teserbut menjadi an Nawawi.[3]
Keluarga al-Nawawi adalah tergolong keluarga yang cukup terpandang, dan termasuk orang pertama yang bermukim di kota Nawa,kalau dikaitkan dengan para leluhurnya. Kota Nawa tempat lahirnya sang imam merupakan pabrik ulama-ulama ahli fiqh bermadzhab al- Syafi’i, dengan terkenalnya ulama-ulama fiqh produk kota Nawa maka ada ungkapan yang mengatakan: Kota Nawa akan selalu menjadi buwah bibir dan abadi namanya dilisan ribuan orang dengan ulama-ulama fiqh Madzhab Syafi’i.[4]
Ketika berusia 10 tahun, beliau sudah memulai hafal al-Qur’an dan membacakan kitab Fiqih pada sebagian ulama di sana. Suatu ketika, secara kebetulan seorang ulama bernama Syaikh Yasin bin Yusuf al-Marakisyi melewati perkampungan tersebut dan menyaksikan banyak anak-anak yang memaksa ‘an-Nawawi kecil’ untuk bermain, namun dia tidak mau bahkan lari dari kejaran mereka dan menangis sembari membaca al-Qur’an. Syaikh ini kemudian mengantarkannya kepada ayahnya dan menasehati sang ayah agar mengarahkan anaknya tersebut untuk menuntut ilmu. Sang ayah setuju dengan nasehat ini.[5]
Pada tahun 649 H, al-Nawawi, dengan diantar oleh sang ayah, tiba di Damaskus dalam rangka melanjutkan studinya di Madrasah Dar al-Hadits. Dia tinggal di al-Madrasah ar-Rawahiyyah yang menempel pada dinding masjid al-Umawy dari sebelah timur. Pada tahun 651 H, dia menunaikan ibadah haji bersama ayahnya, lalu pulang kembali ke Damaskus.
2.      Guru Dan Murid
Kehebatan Imam Nawawi dalam berbagai bidang disiplin ilmu tak lain adalah buah kecerdasan, ketekunan imam Nawawi. Akan tetapi tak kalah pentingnya adalah peran kedua orang tua dan guru-guru al-Nawawi yang telah mendorong dan memupuk jati diri Imam Nawawi sehingga menjadi ulama yang hebat, diantara guru-guru Imam Nawawi adalah sebagai berikut:
Guru- guru dalam bidang fiqh: Abu Ishaq al-Maghribi al-Maqdisi, Abu Muhamad Abdu al-Rahaman ibn Nuh Ibn Muhamad Ibn Ibrahim Ibn Musa al-Maqdisi, Abu Hafsin Umar ibn As’ad Ibn Abi Ghalib al-Irbili, Abu al- Hasan Salar Ibn Hasan al-Irbili al-Halabi al-Damasqi, Ahmad Ibn Utsaman al-Maghribi al-Dimasqi.
Guru-guru dalam bidang hadis: Zainudin Abu al-Baqa Khalid Ibn Yusuf Ibn Sa’ad, Rida Ibn al-Burhan, Abd al-Aziz Ibn Muhamad Ibn Abd al-Muhsin al-Ansari al-Hamawi al- Syafi’i, Zainudin Abu al-Abas Ibn Abd al-Daim al-Maqdisi, Abu al-Farj Abdu al-Rahaman Ibn Abu Umar Ibn Ahmad Ibn Muhamad Ibn Qodamah al-Maqdisi, Qadi al-Qadzah ‘Ima al-Din Abu Fadail Khatib Damasqi, Taqiyudin Abu Muhamad Isma’il Ibn Abi Ishaq Ibrahim Ibn Abi al-Yasar  al-Tanukhi[6], Jamal al-Din Abu Zakariya Ibn Abi Fath al-Sairafi al-Harani.
Guru-guru dalam bidang Nahwu dan Sorof: Ahmad Salim al-Misri (Islah al-Mantiq Karya Ibn al-Sakit, Kitab membahas ilmu morfologi), Alfiyah Ibn Malik (Imam Malik al-Andalusi). Kemudian Guru-guru Dalam Bidang Usul Fiqh ialah Al-Qadzi Abu al-Fath Umar Ibn Bandzar Ibn Umar Ibn Ali Ibn Muhamad al-Taflisi al-Syafi’i.
Murid-murid Imam Nawawi terbagi menjadi dua macam. Pertama, Murid dengan metode Talaqqi,[7] para murid Nawawi yang mengunakan sistem talaqqi  ini antaralain adalah: Sihab al-Din  Abu Hafsin Umar Ibn Katsir (Ibn Katsir), Sihab al-Din al-Irbadi, Samsu al-Din al-Baitar, Syeh Jibril al-Kurdi, Sihab Muhamad Ibn Abdu al-Khaliq Ibn Usaman al-Ansari al- Dimasqi, Abu Abas Ahmad Ibn Ibrahim Ibn Mus’ab, Muhamad Ibn Ibrahim Ibn Sa’dullah Ibn Jama’ah, Abdullah Ibn  Muhamad Ibn Ali, Al-Qadi Diya’ al-Din Ali Ibn Muslim, Abdu al-Rahim Ibn Muhammad Ibn Yusuf al-Samhudi al-Khatib al-Adib, Al-Qadi Jamaludin sulaiman Ibn Umar Ibn Salim al-Zar’i, Al-Qadi Sadru al-Din Sulaiman Ibn Hilal al-‘Askari.[8] Kedua, Murid dengan metode Ijazah,[9] Murid- murid dengan sistem Ijazah sebagai berikut:  Abu Nu’im Ahmad Ibn al-Taqi, Al-Saif Abu Bakr Ibn Muhammad Ibn Ahmad Ibrahim Ibn Haidar Ibn al-Qamah, Nasr al-Din Muhammad Ibn Kasatahdi, Jamaludin Ibn al-‘Aththar.
3.      Sumber:http://jogjamawon.blogspot.co.id/2015/06/studi-syarah-shahih-muslim_52.html
S




Site search